Senin, 09 Maret 2015

Notes kecil untuk dibaca ulang Jilid 2

Seperti biasa notes ini berisikan sebuah cerita sebagai perenungan kita akan kehidupan. Cerita ini merupakan tinjauan ulang artikel yang dipostkan sebelumnya, bila mencari nafkah didasari niat yang benar. Sungguh sulit untuk mendapatkan seorang perempuan yang qanaah dan ikhlas.  Sebuah cerita yang saya ambil dari http://www.smstauhiid.com/pengaruh-tabiat-istri-terhadap-cara-suami-mencari-nafkah/  ini akan menghantarkan kita akan kisah seorang pedagang kain yang dikunjungi oleh ulama pada jaman itu. Ceritanya baca sendiri saja ya! Hmmm... artikel ini akan membuat kita berpikir ulang dalam mencari nafkah untuk menghidupi keluarga kita. Akan tetapi masih relevankah pada masa kni? Meski tidak banyak pasti ada yang menerapakan cara mencari nafkah seperti ini. Semoga bermanfaat bagi kita.

Pengaruh Tabiat Istri Terhadap Cara Suami Mencari Nafkah
Hasan al-Bashri berkata:
“Aku datang kepada seorang pedagang kain di Mekkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan tidaklah layak beli dari orang semacam itu, lalu akupun beli dari pedagang lain."

2 tahun setelah itu aku berhaji dan aku bertemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji- muji dagangannya dan bersumpah, Lalu aku tanya kepadanya:”Bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?” Ia menjawab : “Iya benar.” Aku bertanya lagi:”Apa yang membuatmu berubah seperti sekarang? Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan dan bersumpah!” 
Ia pun bercerita:”Dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rizki, ia meremehkannya dan jika aku datang dengan rizki yang banyak ia menganggapnya sedikit. Lalu Allah mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita. Jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata:’Wahai suamiku, bertaqwalah kepada Allah, jangan engkau beri makan aku kecuali dengan yang thayyib (halal). Jika engkau datang dengan sedikit rezeki, aku akan menganggapnya banyak, dan jika kau tidak dapat apa-apa aku akan membantumu memintal (kain)’.
”Masya Allah…Milikilah sifat Qana’ah -suka menerima- / jiwa selalu merasa cukup. Biasanya Wanita (Istri) sering TERJEBAK pada KEINGINANnya tuk terlihat Cantik dgn Pakaian yg Serba Mahal. Janganlah menjadi jurang dosa bagi Suamimu. Wanita shalihah akan mendorong Suaminya kepada kebaikan, keta’atan sedangkan wanita kufur akan menjadi pendorong bagi suaminya untuk berbuat dosa, kemakshiatan.CUKUPKAN DIRI DGN YG HALAL & BAIK. Ukuran Rizki itu terletak pada keberkahannya, bukan pada jumlahnya.

[Kitab al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilm (5/252) karya Abu Bakr Ahmad bin Marwan ].

Selasa, 16 Desember 2014

Kenapa Tahan

Suatu ketika saat aku termenung melihat kebelakang tentang kehidupanku, aku teringat peristiwa saat kenal dan dekat dengan seorang perempuan. Singkat cerita aku mengingat sebuah kejadian ketika dia menanyakan perihal kehidupan yang aku jalani. Aku pun bercerita tentang diriku apa adanya. Dia mendengarkan dengan seksama dan penuh perhatian. Aku menjelaskan tentang segalanya, hobiku sebagai pemandu olahraga, pekerjaan sebagai guru sebuah madrasah (yang pada kesimpulan akhirnya dia menganggap bukan sebuah pekerjaan), dan beberapa permasalahan yang sedang aku hadapi. Awalnya dia antusias dan memberi semangat selalu kepadaku. Pada akhirnya responnya tak seperti apa yang aku imajikan. Namun dia hanya tersenyum. Entah setuju entah tidak. Aku tak yakin apa arti senyumnya itu. Dan akhirnya senyum itu ternyata senyum kecewa, tidak seperti yang selalu aku lihat saat-saat bertemu. Memang manusia selalu mampu berubah, rasa pun mengikuti alur naluri untuk menuntut hidup yang layak bukan hidup yang wajar dan sederhana. Aku menyadari bahwa sekolah swasta tidak menjanjikan kelayakan hidup, namun mendidik dan mengajari, ada nikmat tersendiri. Tapi tetap saja dia menyerahkan semua kepadaku. Ya tentu saja aku membutuhkan dia meski dia tidak membutuhkan aku dan dia lebih membutuhkan restu bapak dan ibunya. Apa hal ini peribahasa bahwa dia ingin mengakhiri jalinan teman dekat ini. Adakah yang salah saat menjadi pemandu olahraga agar anak didiknya meraih prestasi? Apakah memang tidak ada orang yang menghargai sedikitpun jerih payah seorang tenaga mengajar kesana kemari? Memang penghasilan yang tidak seberapa bahkan tidak bisa menutupi untuk hidup keseharian. Tapi menghargai dan menghormati profesi yang sedang diemban tidaklah memerlukan uang. Memang jalan hidup setiap orang berbeda. Tapi bila memang dia mengharap kebaikan dariku dan ingin aku berubah lebih baik, haruskah dia mendukung? Ya bila saling mendukung apa selalu harus ada hasilnya? Bagaimana prosesnya? Tidakkah dia ingin tahu atau memang tidak peduli? Apa yg penting? Jika aku gagal dalam penghasilan untuk hidup yang layak namun aku mampu membantu orang lain mendapat prestasi dalam pelajaran favoritku dan lulus di kehidupan di masa depanya atau hal lainnya, layakkah aku disebut gagal?
Memang aku membutuhkan rasa cinta dan sayang darimu tapi aku lebih membutuhkan sedikit rasa hormat terhadap pekerjaan yang aku kerjakan.
Petikan dari sebuah film Bollywood :Ketika kau tidak menyukai dirimu sendiri kau cenderung tidak menyukai segala hal yg berhubungan denganmu. Hal-hal baru terlihat lebih menarik. Ketika kau belajar untuk mencintai diri sendiri maka kehidupan lama mulai terlihat baru, mulai terlihat menyenangkan.

Sabtu, 18 Oktober 2014

Resah Gelisah Yang Kesekian

Berawal baik-baik saja aku mengira namun ternyata membuat euphoria sesaat. Aku menghancurkan karierku sendiri dengan sangat baik. Bermula dengan adanya event aku memohon izin tidak menghadiri kelas yang aku pimpin namun berlanjut hingga beberapa hari berikutnya. Sangat menguras pikiran sebenarnya keputusan yang akan aku ambil ini. Ya, aku memutuskan mengundurkan diri saja, aku merasa merepotkan berbagai pihak akan inkonsistensiku dan rasa bertanggung jawabku yang minus ini. Semua aku lakukan hanya untuk dapatkan perhatian dari dirimu tapi sangat mungkin dikau akan membodohkan diriku. Aku mendapat nasehat jangan sampai mengecewakan orang lain, sebab setelah kecewa sulit bagi orang lain menerima apa adanya kita. Baiklah, maka dengan menghancurkan sendiri karier yang aku bangun agar mendapat waktu lebih untuk memberi perhatian kepadamu hal itu malah membuat diriku semakin terpuruk. Semakin hari yang kesekian seakan dikau menjauh dariku. Aku percaya saja dengan ketulusan dirimu, tapi semua kata yang dikau buat di sosmed? Sangat menjelaskan bagaimana alur pikir yang dikau bangun sendiri. Semua apapun yang aku bangun mental semua berhadapan dengan tembok besar. Aku memang bersalah membuat koneksi kepada orang-orang terdekatku, tanpa sepengetahuan darimu. Semua aku lakukan agar aku lebih mengenal karakter dirimu ya tapi arah yang aku tempuh ternyata sangat salah. Semua kata di sosmed pun terlontar seakan... (mmm bukan seakan tapi memang benar) aku yang bertanggng jawab untuk semua permasalahan yang sedang kita hadapi ini. Aku mampu berharap apa darimu? Entahlah, sudah sering aku mengalami hal ini namun kenapa harus hal yang sama yang permasalahan yang aku hadapi. Adakah hal sebenarnya yang memicu permasalahan ini? Mapan, kerja layak, upah di atas UMR? Bukankah kebahagian berawal dari rasa menerima, legowo, dan syukur? Kata temanku, munafik sekali kalau tidak ada pendapatan dapat mempunyai rasa-rasa seperti itu. Manusiawi, sangat manusiawi tapi bukankan harus berjenjang? #ingat umur katanya? Ya memang terlambat untuk memulai tapi tidakkah terlalu cepat untuk mengakhiri? Memang semua melalui proses dan prosedur yang sudah ada tapi prosesnya pun dapat dipercepat, bisakan? Hmmm... mungkin saya manusia yang proses dan prosedurnya tidak bisa instan. Lama dalam berproses diri dalam semua hal.

Minggu, 04 Mei 2014

Orang Cerdas VS Orang Bodo

1. Perbedaan utama orang cerdas dan orang yang bodoh terletak pada kesadaran dan pengakuan. Orang cerdas menyadari dan mengakui kecerdasannya sehingga ia merasa bodoh dihadapan tuhannya, sedangkan orang bodoh tidak menyadari dan tidak mengakui kebodohannya sehingga ia merasa cerdas dihadapan Tuhannya
2. Orang cerdas bercermin kepada kematian sedangkan orang bodoh becermin pada kehidupan.
3. Orang cerdas lebih banyak menghitung-hitung kekurangannya, sedangkan orang bodoh lebih sring menghitung-hitung kelebihannya.
4. Orang cerdas selalu menuntut dirinya untuk mengasihi,menyayangi, dan mencintai, sedangkan orang bodoh selalu menuntut untuk dikasihi, disayangi dan dicintai.
5. Orang cerdas berharap dapat mengenal dirinya sendiri, sedangkan orang bodoh berharap orang lain untuk mengenal dirinya.
6. Orang cerdas memikirkan bagaimana ,membalas kebaikan orang lain, sedangkan orang bodoh berpikir bagaimana agar orang lain membalas kebaikannya.
7. Orang cerdas berpikir secara sistematis, metodologis, dan rasional, sedangkan orang bodoh berpikir dengan cara spekulatif dan emosional.
8. Orang cerdas selalu berusaha untuk mewujudkan pemikirinnya, sedangkan orang bodoh larut dalam pemikirannya tanpa sempat untuk mewujudkannya.
9. Orang cerdas bertindak sebelum menasehati, sedangkan orang bodoh menasehati sebelum bertindak.
10. Orang bodoh selalu berKaca tanpa cermin, sedangkan orang bodoh selalu berkaca dengan cermin.
11. Orang cerdas selalu berpikir berbagai cara untuk memuji, sedangkan orang bodoh selalu berpikir berbagai cara untuk dipuji.
12. Orang cerdas selalu berusaha mencari dan mengumpulkan ilmu, Orang bodoh selalu berusaha mencari dan mengumpulkan harta.
13. Orang cerdas memikul buku- buku didalam benaknya, sedangkan orang bodoh memikul buku-buku di kendaraannya.
14. Orang cerdas lebih sering berbuat daripada berbicara, sedangkan orang bodoh lebih sering berbicara daripada berbuat.
15. Orang cerdas merasa butuh memohon kepada Tuhannya, sedangkan orang orang bodoh merasa diminta dan diperlukan Tuhannya.
16. Orang cerdas mengetahui adanya kemudahan di setiap kesulitan, orang bodoh merasa kesulitan menghadapi kemudahan.
17. Orang cerdas mengumpulkan harta untuk di belanjakan di jalan-Nya, sedangkan orang bodoh mengumpulkan harta untuk dibelanjakan dijalannya.
18. Orang cerdas selalu merasa malu untuk menolak pertolongan orang lain, sedangkan orang bodoh tanpa rasa malu selalu mengharapkan pertolongan orang lain.
19. Orang cerdas bisa belajar dari kegagalan, sedangkan orang bodoh sering terbuai oleh keberhasilan.
20. Orang cerdas memandang pasangan hidupnya sebagai mitra, sedangkan orang bodoh memandang pasangan hidupnya sebagai bawahan.
21. Orang cerdas acapkali membicarakan tentang kebesaran Tuhannya, sedangkan orang bodoh seringkali
membicarakan kehebatan dirinya.
22. Orang cerdas selalu menghindar dari ketidaktahuan, sedangkan orang bodoh sering menjerumuskan diri dalam ketidaktahuan.
23. Orang cerdas memimpin dengan suri tauladan, sedangkan orang bodoh tak mampu untuk memimpin dirinya sendiri.
24. Orang cerdas lebih sering memandang kebawah untuk urusan dunia, sedangkan orang bodoh selalu memandang kebawah untuk urusan akhirat.
25. Orang cerdas berbicara dengan akal, sedangkan orang bodoh berbicara dengan lidah
26. Orang cerdas selalu mudah untuk dipahami, sedangkan orang bodoh selalu sulit untuk dipahami.
27. Orang cerdas hanya mencuri ilmu, sedangkan orang bodoh mencuri apapun yang dibutuhkannya.
28. Orang cerdas mencintai apa yang di sukai Tuhannya, sedangkan orang bodoh membenci apa yang disukai Tuhannya.
29. Orang cerdas selalu bersyukur disaat senang maupun susah, sedangkan orang bodoh tak mampu bersyukur walaupun di saat senang.
30. Orang cerdas bersandar pada doanya, sedangkan orang bodoh bersandar pada kemampuannya.
31. Orang cerdas mampu menertawakan musibah, sedangkan orang bodoh selalu dtertawakan musibah.
32. Orang cerdas selalu mencari kebenaran, sedangkan orang bodoh selalu menutupi kebenaran.
33. Orang cerdas selalu berupaya melupakan kebaikannya,sedangkan orang bodoh sibuk mengingatkan orang lain tentang kebaikannya.
34. Orang cerdas mempersiapkan diri menuju kematian, sedangkan orang bodoh hanya menunggu waktu kematian.
35. Orang cerdas memandang keturunannya sebagai amanah yang akan menyelamatkannya, sedangkan orang bodoh memandang keturunannya sebagai beban yang akan menyesatkannya.
36. Orang cerdas selalu memohon ampun kepada Tuhannya, sedangkan orang bodoh merasa tak perlu memohon maaf kepada siapapun.
37. Orang cerdas mampu meminta maaf dan memaafkan orang lain, sedangkan orang bodoh bahkan tak mampu memaafkan dirinya sendiri.
38. Orang cerdas merasa membutuhkan dan dibutuhkan masyarakat, sedangkan orang bodoh merasa tidak membutuhkan masyarakat, apalagi dibutuhkan masyarakat.
39. Orang cerdas cukup dinasehati dengan musibah, sedangkan orang bodoh selalu minta dinasehati saat tertimpa musibah.
40. Orang cerdas berpikir bagaimana caranya untuk memberi, sedangkan orang bodoh berpikir bagaimana caranya untuk meminta.
41. Orang cerdas tak mampu menolak pemberian karena merasa malu, sedangkan orang bodoh tak mampu memberi karena tak memiliki rasa malu.
42. Orang cerdas berusaha untuk membantu orang lain untuk membayar utangnya, sedangkan orang bodoh selalu menanggguhkan pembayaran utangnya.
43. Orang cerdas selalu berorientasi ke masa depannya, sedangkan orang bodoh dipenjara oleh masa lalunya.
44. Orang cerdas tidak pernah memulai tanpa mengakhiri, sedangkan orang bodoh tidak mampu mengakhiri sesuatu yang dimulainya.
45. Orang cerdas selalu merasa bebas dan bertanggung jawab, sedangkan orang bodoh mengginginkan kebebasan tanpa berani bertanggung jawab.
46. Orang cerdas suka memandang isi dibanding kulit, sedangkan orang bodoh lebih suka memandang kulIt dibanding isi.
47. Orang cerdas memndidik keluarganya dengan kepemimpinan spiritualistik, sedangkan orang bodoh mendidik keluarganya dengan kepemimpinan yang otoriter dan materilistik.
48. Orang cerdas memandang kegagalan sebagai anak tangga menuju kesuksesan, sedangkan orang bodoh memandang kegagalan sebagai penghalang menuju kesuksesan.
49. orang cerdas selalu ditunggu dan diharapkan orang banyak, sedangkan orang bodoh selalu tak di inginkan kehadirannya oleh orang banyak.
50. Orang cerdas meletakkan lidah di belakang akal, sedangkan orang bodoh berbicara tanpa akal.

Disarikan dari berbagai sumber yg dapat dipercaya.

Kamis, 31 Mei 2012

Renungan Keturunan

Coba Urutan Keturunan Iki Direnungake ya? (Coba urutan keturunan ini direngkan ya?)


* Pira Bapak – Ibumu ? 2
* Pira Embahmu? 4
* Pira Embah Buyutmu ? 8
* Pira Embah Canggahmu ? 16
* Pira Embah Warengmu ? 32
* Pira Embah Udheg-udhegmu ? 64
* Pira Embah Gantung Siwurmu ? 128
* Pira Embah Grepak Senthemu ? 256

Saiki tak wiwiti sing paling cedak, embah. Embahmu papat, saka Bapak 2 saka ibu 2. Kowe ijih kenal karo putra-putrine simbah selain bapak lan ibumu, yaiku Pakde-Mbokde utawa Paklik-Mboklik. Ijih lengkap ora?

Lha yen wis canggah, waduh ambyar tenan! Ra kenal. Apa maneh yen saka mbah Grepek Senthe sing jumlahe 256 kuwi sedulurmu sansaya rakaru-karuan.

Liding dongeng, merenungkan urutan keturunan, sapa ngerti jan-jane aku karo kowe ijih sedulur tunggal mbah Grepak Senthe lho utawa kowe karo bojomu ijih tunggal mbah Canggah.
Wallahu'alam.

Kendi Manunggal - Family Tree
Urut-urutan keturunan uga kasebut Kendi Manunggal, hal ini sesuai dengan bentuk dan maknanya bahwa kerukunan dalam suatu keluarga besar itu dapat ditampung dalam satu wadah. Disamping itu Kendi air juga merupakan tempat untuk melepas dahaga, baik dalam arti kias melepas kangen maupun sebagai penambah daya vitalitas hidup. Kendi sebagai simbul tersebut dapat dilihat sbb:

Bapak + Ibu

1. Putra
2. Wayah
3. Buyut
4. Wareng
5. Udheg-udheg
6. Gantung Siwur
7. Grobag Senthe
8. Debog Bosok
9. Galih Asem
-----------------------------------------------
Menawi wonten klenta-klentunipun mangga dipun koreksi.

(http://njawil.blogspot.com)

Sabtu, 19 Mei 2012

Kisah Sabar Yang Paling Mengagumkan

Oleh: Mamduh Farhan al-BuhairiDari Kaset Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan)

Prof.Dr. Khalid al-Jubair penasehat spesialis bedah jantung dan urat nadi di rumah sakit al-Malik Khalid di Riyadh mengisahkan sebuah kisah padasebuah seminar dengan tajuk Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan). Mari sejenak kita merenung bersama, karena dalam kisah tersebut ada nasihat dan pelajaran yang sangat berharga bagi kita.

Sang dokter berkata: Pada suatu hari -hari Selasa- aku melakukan operasi pada seorang anakberusia 2,5 tahun. Pada hari Rabu, anak tersebut berada di ruang ICU dalam keadaan segar dan sehat. Pada hari Kamis pukul 11:15 -aku tidak melupakan waktu ini karena pentingnya kejadian tersebut -tiba-tiba salah seorang perawat mengabariku bahwa jantung dan pernafasan anak tersebut berhenti bekerja. Maka akupun pergi dengan cepat kepada anak tersebut, kemudian aku lakukan proses kejut jantung yang berlangsung selama 45 menit. Selama itu jantungnya tidak berfungsi, namun setelah itu Allah Subhanaahu wa Ta'ala menentukan agar jantungnya kembali berfungsi. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta'ala. Kemudian aku pergi untuk mengabarkan keadaannya kepada keluarganya, sebagaimana anda ketahui betapa sulit mengabarkan keadaan kepada keluarganya jika ternyata keadaannya buruk. Ini adalah hal tersulit yang harus dihadapi oleh seorang dokter. Akan tetapi ini adalah sebuah keharusan. Akupun bertanya tentang ayah si anak, tapi aku tidak mendapatinya. Aku hanya mendapati ibunya, lalu aku katakan kepadanya: "Penyebab berhentinya jantung putramu dari fungsinya adalah akibat pendarahan yang ada pada pangkal tenggorokan dan kami tidak mengetahui penyebabnya. Aku kira otaknya telah mati."
Coba tebak, kira-kira apa jawaban ibu tersebut? Apakah dia berteriak? Apakah dia histeris? Apakah dia berkata: "Engkaulah penyebabnya!" Dia tidak berbicara apapun dari semua itu bahkan dia berkata: "Alhamdulillah." Kemudian dia meninggalkanku dan pergi. Sepuluh hari berlalu, mulailah sang anak bergerak-gerak. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta'ala serta menyampaikan kabar gembira sebuah kebaikan yaitu bahwa keadaan otaknya telah berfungsi.

Pada hari ke-12, jantungnya kembali berhenti bekerja disebabkan oleh pendarahan tersebut. Kami pun melakukan proses kejut jantung selama 45 menit, dan jantungnya tidak bergerak. Maka akupun mengatakan kepada ibunya: "Kali ini menurutku tidak ada harapan lagi". Maka dia berkata: "Alhamdulillah, ya Allah jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia wahai Rabbi." Maka dengan memuji Allah, jantungnya kembali berfungsi, akan tetapi setelah itu jantung kembali berhenti sampai 6 kali hingga dengan ketentuan Allah Subhanaahu wa Ta'ala spesialis THT berhasil menghentikan pendarahan tersebut, dan jantungnya kembali berfungsi.

Berlalulah sekarang 3,5 bulan,dan anak tersebut dalam keadaan koma, tidak bergerak. Kemudian setiap kali dia mulai bergerak dia terkena semacam pembengkakan bernanah aneh yang besar di kepalanya, yang aku belum pernah melihat semisalnya. Maka kami katakan kepada sang ibu bahwa putra anda akan meninggal. Jika dia bisa selamat dari kegagalan jantung yang berulang-ulang, maka dia tidak akan bisa selamat dengan adanya semacam pembengkakan di kepalanya. Maka sang ibu berkata: "Alhamdilillah." Kemudian meninggalkanku dan pergi. Setelah itu, kami melakukan usaha untuk merubah keadaan segera dengan melakukan operasi otak dan urat syaraf serta berusaha untuk menyembuhkan sang anak. Tiga minggu kemudian, dengan karunia Allah Subhanaahu wa Ta'ala , dia tersembuhkan dari pembengkakan tersebut, akan tetapi dia belum bergerak.

Dua minggu kemudian, darahnya terkena racun aneh yang menjadikan suhunya 41,2oC. maka kukatakan kepada sang ibu: "Sesungguhnya otak putra ibu berada dalam bahaya besar, saya kira tidak ada harapan sembuh." Maka dia berkata dengan penuh kesabaran dan keyakinan: "Alhamdulillah, ya Allah, jika pada kesembuhannya terdapat kebaikan, maka sembuhkanlah dia." Setelah aku kabarkan kepada ibu anak tersebut tentang keadaan putranya yang terbaring di atas ranjang nomor 5, aku pergi ke pasien lain yang terbaring di ranjang nomor 6 untuk menganalisanya. Tiba-tiba ibu pasien nomor 6 tersebut menangis histeris seraya berkata: "Wahai dokter, kemari, wahai dokter suhu badannya 37,6o, dia akan mati, dia akan mati." Maka kukatakan kepadanya dengan penuh heran: "Lihatlah ibu anak yang terbaring di ranjang no 5, suhu badannya 41o lebih sementara dia bersabar dan memuji Allah." Maka berkatalah ibu pasien no. 6 tentang ibu tersebut: "Wanita itu tidak waras dan tidak sadar."

Maka aku mengingat sebuah hadits Rasulullah Sholallohu 'alaihi wa sallam yang indah lagi agung:(طُوْبَىلِلْغُرَبَاِء) "Beruntunglah orang-orang yang asing." Sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, akan tetapi keduanya menggoncangkan ummat. Selama 23 tahun bekerja di rumah sakit aku belum pernah melihat dalam hidupku orang sabar seperti ibu ini kecuali dua orang saja. Selang beberapa waktu setelah itu ia mengalami gagal ginjal, maka kami katakan kepada sang ibu: "Tidak ada harapan kali ini, dia tidak akan selamat." Maka dia menjawab dengan sabar dan bertawakkal kepada Allah:"Alhamdulillah." Seraya meninggalkanku seperti biasa dan pergi. Sekarang kami memasuki minggu terakhir dari bulan keempat, dan anak tersebuttelah tersembuhkan dari keracunan. Kemudian saat memasuki pada bulan kelima, dia terserang penyakit aneh yang aku belum pernah melihatnya selama hidupku, radang ganas pada selaput pembungkus jantung di sekitar dada yang mencakup tulang-tulang dada dan seluruh daerah di sekitarnya. Dimana keadaan ini memaksaku untuk membuka dadanya dan terpaksa menjadikan jantungnya dalam keadaan terbuka. Sekiranya kami mengganti alat bantu, anda akan melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda. Saat kondisi anak tersebut sampai pada tingkatan ini aku berkata kepada sang ibu: "Sudah, yang ini tidak mungkin disembuhkan lagi, aku tidak berharap. Keadaannya semakin gawat." Diapun berkata: "Alhamdulillah."Sebagaimana kebiasaannya, tanpa berkata apapun selainnya.

Kemudian berlalulah 6,5 bulan, anak tersebut keluar dari ruang operasi dalam keadaan tidak berbicara, melihat, mendengar, bergerak dan tertawa. Sementara dadanya dalam keadaan terbuka yang memungkinkan bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda, dan ibunyalah yang membantu mengganti alat-alat bantu di jantung putranya dengan penuh sabar dan berharap pahala.

Apakah anda tahu apa yang terjadi setelah itu? Sebelum kukabarkan kepada anda, apakah yang anda kira dari keselamatan anak tersebut yang telah melalui segala macam ujian berat, hal gawat, rasa sakit dan beberapa penyakit yang aneh dan kompleks? Menurut anda kira-kira apa yang akan dilakukan oleh sang ibu yang sabar terhadap sang putra dihadapannya yang berada di ambang kubur itu? Kondisi yang dia tidak punya kuasa apa-apa kecuali hanya berdo'a, dan merendahkan diri kepadaAllah Subhanaahu wa Ta'ala ? Tahukah anda apa yang terjadi terhadap anak yang mungkin bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda 2,5 bulan kemudian?

Anak tersebut telah sembuh sempurna dengan rahmat Allah Subhanaahu wa Ta'ala sebagai balasan bagi sang ibu yang shalihah tersebut. Sekarang anak tersebut telah berlari dan dapat menyalip ibunya dengan kedua kakinya, seakan-akan tidak ada sesuatupun yang pernah menimpanya. Dia telah kembali seperti sediakala, dalam keadaan sembuh dan sehat. Kisah ini tidaklah berhenti sampai di sini, apa yang membuatku menangis bukanlah ini, yang membuatku menangis adalah apa yang terjadi kemudian: Satu setengah tahun setelah anak tersebut keluar dari rumah sakit, salah seorang kawan dibagian operasi mengabarkan kepadaku bahwa ada seorang laki-laki berserta istri bersama dua orang anak ingin melihat anda. Maka kukatakan kepadanya: "Siapakah mereka?" Dia menjawab, "tidak mengenal mereka."

Akupun pergi untuk melihat mereka, ternyata mereka adalah ayah dan ibu dari anak yang dulu kami operasi. Umurnya sekarang 5 tahun seperti bunga dalam keadaan sehat, seakan-akan tidak pernah terkena apapun, dan juga bersama mereka seorang bayi berumur 4 bulan. Aku menyambut mereka, dan bertanya kepada sang ayah dengan canda tentang bayi baru yang digendong oleh ibunya, apakah dia anak yang ke-13 atau 14? Diapun melihat kepadaku dengan senyuman aneh, kemudian dia berkata: "Ini adalah anak yang kedua, sedang anak pertama adalah anak yang dulu anda operasi, dia adalah anak pertama yang datangkepada kami setelah 17 tahun mandul. Setelah kami diberi rizki dengannya, dia tertimpa penyakit seperti yang telah anda ketahuisendiri."

Aku tidak mampu menguasai jiwaku, kedua mataku penuh dengan air mata. Tanpa sadar aku menyeret laki-laki tersebut dengan tangannya kemudian aku masukkan ke dalam ruanganku dan bertanya tentang istrinya. Kukatakan kepadanya: "Siapakah istrimu yang mampu bersabar dengan penuh kesabaran atas putranya yang baru datang setelah 17 tahun mandul? Haruslah hatinya bukan hati yang gersang, bahkan hati yang subur dengan keimanan terhadap Allah Subhanaahu wa Ta'ala ."

Tahukah anda apa yang dia katakan?Diamlah bersamaku wahai saudara-saudariku, terutama kepada anda wahai saudari-saudari yang mulia, cukuplah anda bisa berbangga pada zaman ini ada seorang wanita muslimah yang seperti dia. Sang suami berkata: "Aku menikahi wanita tersebut 19 tahun yang lalu, sejak masa itu dia tidak pernah meninggalkan shalat malam kecuali dengan udzur syar'i. Aku tidak pernah menyaksikannya berghibah (menggunjing), namimah (adu domba), tidak juga dusta. Jika aku keluar dari rumah atau aku pulang ke rumah, dia membukakan pintu untukku, mendo'akanku, menyambutku, serta melakukan tugas-tugasnya dengan segenap kecintaan, tanggung jawab, akhlak dan kasih sayang." Sang suami menyempurnakan ceritanya dengan berkata: "Wahai dokter, dengan segenap akhlak dan kasih sayang yang dia berikan kepadaku, aku tidak mampu untuk membuka satu mataku terhadapnya karena malu." Maka kukatakan kepadanya: "Wanita seperti dia berhak mendapatkan perlakuan darimu seperti itu." Kisah selesai.
Kukatakan: Saudara-saudariku, kadang anda terheran-heran dengan kisah tersebut, yaitu terheran-heran terhadap kesabaran wanita tersebut, akan tetapi ketahuilah bahwa beriman kepada Allah Subhanaahu wa Ta'ala dengan segenap keimanan dan tawakkal kepada-Nya dengan sepenuhnya, serta beramal shalih adalah perkara yang mengokohkan seorang muslim saat dalam kesusahan, dan ujian. Kesabaran yang demikian adalah sebuah taufik dan rahmat dari Allah Subhanaahu wa Ta'ala .
Allah Subhanaahu wa Ta'ala berfirman:وَلَنَبْلُوَنَّكُمْبِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِوَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (١٥٥)الَّذِينَ إِذَاأَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِرَاجِعُونَ (١٥٦)أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْوَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (١٥٧)
"Dan sungguh akanKami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan,kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk."(QS. Al-Baqarah: 155-157)

Nabi Sholallohu 'alaihi wa sallam bersabda:مَايُصِيْبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَحُزْنٍوَلاَ أَذىً وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَاللهُ بِهَا خَطاَيَاهُ
"Tidaklah menimpa seorang muslim dari keletihan, sakit, kecemasan, kesedihan tidak juga gangguan dan kesusahan, hingga duri yang menusuknya, kecuali dengannya Allah Subhanaahu wa Ta'ala akan menghapus kesalahan-kesalahannya." (HR.al-Bukhari (5/2137))

Maka, wahai saudara-saudariku, mintalah pertolongan kepada Allah Subhanaahu wa Ta'ala , minta dan berdo'alah hanya kepada Allah Subhanaahu wa Ta'ala terhadap berbagai kebutuhan anda sekalian. Bersandarlah kepada-Nya dalam keadaan senang dansusah. Sesungguhnya Dia Subhanaahu wa Ta'ala adalah sebaik-baik pelindung dan penolong. Mudah-mudahan Allah Subhanaahu waTa'ala membalas anda sekalian dengan kebaikan, serta janganlah melupakan kami dari do'a-do'a kalian.رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ (١٢٦) "YaTuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)." (QS. Al-A'raf: 126) (AR)*

Sumber: Majalah Qiblati edisi 1 th. III (http://www.qiblati.com/)
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1431 H. Semoga Puasa kita diterima oleh Alloh subhanahu wa ta'ala dan mengantarkan kita kepada pribadi yang bertaqwa kepadaNya. (Mengulang untuk meyambut Ibadah Puasa Ramadhan 1433 H yang akan dilaksanakan besok 20 Juli - 18 Agustus 2012, Insya Alloh)
Mohon maaf bila selama ini penulis pernah membuat suatu kesalahan.Kesalahan murni dari diri penulis dan dari syaiton dan kebenaran hanyalah dari Alloh subhanahu wa ta'ala...

Selasa, 08 Mei 2012

Wanita (dialog TUHAN dengan Malaikat)

Aku copy paste ulang cerita tentang "Ketika Tuhan Menciptakan Wanita", sebab begitu mengispirasi hingga mengingatkan kita jangan pernah putus asa. Semua yang ada telah diciptakan secara detail tergantung bagaimana kita bersikap dan berupaya. Jangan pernah sekali-sekali menyangkal perbuatan Tuhan terhadap kita, dan jangan pernah sekalipun tidak bersyukur terhadap rezeki yang telah kita dapat, dan jangan kekurangan kesabaran saat kita menerima musibah. Wanita-lah yang memiliki kesabaran dan rasa syukur yang tidak dapat dibandingkan dengan laki-laki (tentu kecuali Nabiyullah Muhammad SAW). Maka diciptakan wanita dengan sebegitu rupa dan dengan detailnya agar dapat membahagiakan keluarganya. Nah jangan pernah sekalipun meremehkan orang lain sekalipun dia wanita, sebab dengan begitu kita akan mendapatkan hikmah yang luar biasa tanpa kita duga-duga sebelumnya.


Ketika Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam. Malaikat datang dan bertanya,
 
Malaikat       :  “Mengapa Engkau meluangkan waktu begitu lama untuk menciptakan yang satu ini, Tuhan?”
Tuhan           :  “Taukah engkau apa kelebihan yang Kuinginkan dalam menciptakannya? Dua tangan ini harus dapat bersih dan dibereskan, tetapi bukan bahan dari plastik. Setidaknya terdiri lebih dari 200 bagian darinya yang dapat digerakkan dan berfungsi baik tanpa perlu diganti. Ia harus mampu menyantap segala macam makanan. Pada saat yang sama ia harus mampu menggendong tiga bayi sekaligus. Dengan sekali ciuman, mulai dari lutut yang luka hingga hati yang sedih dapat disembuhkannya. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan…., dan semua ini harus dilakukannya cukup hanya dengan dua tangan.”

Malaikat pun takjub.

Malaikat      :  “Hanya dengan dua tangan?…. tidak mungkin itu!! Dan, Apakah Engkau yakin ini sebuah model yang benar dan memenuhi standar? "Hari ini Engkau telah melakukan banyak kerja, lakukan sisanya keesokan hari, untuk menyempurnakannya.”
Tuhan          :  “"Aku tidak bisa meninggalkannya. Aku akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit Saya. Lagi pula tinggal hari terakhir. Sedikit lagi makhluk yang Kucintai ini akan sempurna. Ketika sakit ia sendiri akan mampu dan berusaha mengobati dirinya sendiri, dan ia mampu bekerja 18 jam dalam sehari.”

Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan TUHAN itu.

Malaikat           :  “Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN ?”
Tuhan             :  "Iya benar. Ia memang sangat lembut, tapi Aku menciptanya sangat kuat. Kau tidak akan mampu membayangkan apa saja yang dapat ditanggungnya dan bagaimana ia keluar sebagai pemenang menghadapi segala masalah
Malaikat           :  “Apakah ia dapat berpikir?”
Tuhan         :  “Ia bukan hanya bisa berpikir, tapi juga berargumentasi, bernegosiasi, membahas dan berdialog.”

Malaikat itu menyentuh dagu kemudian memegang tulang pipinya.

Malaikat           :  “TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah & rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya. Dan, aku berpikir Engkau telah meletakkan tanggung jawab yang sangat banyak kepadanya! Sepertinya ada lubang dan air menetes dari sana!"
Tuhan               :  “Itu bukan lelah atau rapuh dan itu bukan tetesan air biasa, tapi itu tetesan air mata….”
Malaikat           :  “Apa manfaat air mata baginya?”

TUHAN melanjutkan….

Tuhan          :  “Air mata adalah salah satu cara ia mengekspressikan dan mengungkapkan kesedihan, kegembiraan, keraguan, kegalauan, cinta, kesepian, kesendirian, kesulitan, penderitaan, dan kebanggaannya.”

Malaikat semakin berdebar membayangkan makhluk yang satu ini.

Malaikat           :  “Luar biasa. Wahai Tuhan! Engkau memang Maha Mampu dan telah mempertimbangkan segala aspek luar biasa dalam menciptakan makhluk bernama wanita, memikirkan segala sesuatunya, wanita ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!”

Tuhan           :  “Ya pastii…! Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki. Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri. Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit. Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya. Mampu berdiri melawan ketidakadilan. Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik. Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat. CINTANYA TANPA SYARAT. Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang. Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa. Dia begitu bahagia mendengar kelahiran. Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian. Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.

                   Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita, DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIRINYA…


Sampaikan ini kepada wanita di sekeliling kita. Ingatkan mereka, karena terkadang mereka perlu diingatkan..!!